Pembalap muda tersebut memulai race dari posisi ke 27. Dalam 10 lap terakhir,secara heroik ia sudah berhasil menyodok ke depan dan bertarung dengan Alex De Angelis untuk memperebutkan posisi nomor satu.
Ia sempat memimpin race selama beberapa lap, penonton terhenyak dan kagum dengan anak muda tersebut. Sayangnya ketika race menyisakan 3 lap, ia mulai di overtake oleh De Angelis, Anthony West, dan Gino Rea.
Pemuda itupun harus puas finish di urutan keempat. Luarbiasa bukan? Ia sukses mengasapi Andrea Iannone, Pol Espargaro dan Scott Redding yang kini mereka bertiga sudah menjadi pembalap Motogp. Sementara Marc Marquez kala itu harus terjatuh sehingga tidak dapat melanjutkan perlombaan.
Pertama kali berlaga di ajang Moto2 dan hanya sebagai pembalap wildcard, sang rider muda finish di posisi keempat walau memulai race dari posisi ke 27. Prestasi itu sudah cukup untuk mencuri perhatian para penikmat Motogp.
Walau harus diakui bahwa trek lembap sebab hujan dan faktor berlaga di sangkar sendiri memang cukup membantunya untuk bersaing di barisan depan rider Moto2.
Dunia pun mengingat nama cowok tersebut, dialah Hafizh Syahrin, pembalap terbaik pujian Malaysia.
Pemerintah Malaysia pun tidak menyia-nyiakan bakat besar pada diri Syahrin. Sejak tahun 2014 ia berlaga penuh di ajang Moto2 dengan tim Petronas Raceline Malaysia.
Profil dan Biodata Lengkap Hafizh Syahrin
- Nama : Hafizh Syahrin Abdullah
- Kota Kelahiran : Selangor
- Tanggal Lahir : 5 Mei 1994
- Kebangsaan: Malaysia
- Tim : Petronas Raceline Malaysia
- Nomor Motor : 55
- Akun Instagram : @hafizh_syahrin
Prestasi di Balap MOTO2:
- 2014 : Peringkat ke 19 (42 poin)
- 2015 : Peringkat ke 16 (64 poin)
- 2016 : Peringkat ke 10 (118 poin)
Syahrin memulai karir balapnya semenjak usia 9 tahun dengan mengendarai pocket bike. Tak main main, Syahrin kecil memiliki julukan king of pocket bike.
Bakatnya di masa kecil tercium oleh Barry Leong yang terus membantunya berkembang. Bahkan Barry Leong kini memimpin Petronas Raceline Malaysia, tim Moto2 yang menaungi Hafizh Syahrin.
Rider kelahiran Selangor, 5 Mei 1994 ini tercatat juga terus berkembang selama berlaga di Moto2. Grafik poin yang ia dapatkan kian meningkat tiap musimnya.
Dimulai dari tahun 2014, tahun pertama kali Syahrin tampil penuh di Moto2. Ia sukses bertengger di posisi ke 19 klasemen selesai dengan mengkoleksi 42 poin. Di tahun 2015 Ia sukses menutup demam isu dengan bercokol di posisi ke 16 setelah mengumpulkan 64 poin.
Puncak karir Hafizh Syahrin ada di tahun 2016, ia berkembang pesat di tahun tersebut. Walaupun belum pernah naik podium, Syahrin sukses 3 kali mengakhiri balapan di posisi keempat. Masing masing pada GP Qatar, Catalunya, dan Inggris.
Selama demam isu tersebut Syahrin juga konsisten bersaing dengan grup pembalap terdepan di beberapa race. Namanya cukup familiar di mata pecinta Moto2.
Dengan konsistensi yang ditunjukkannya, Syahrin pun sukses menutup demam isu dengan berada di peringkat ke 10. Ia berhasil mengantongi 118 poin, Syahrin mengungguli nama nama tenar ibarat Simone Corsi, Matia Pasini, dan Alex Marquez.
Dengan pencapaian fenomenal yang ia raih di ajang Moto2, tim Petronas Raceline Malaysia pun kembali mendukung penuh Hafizh Syahrin untuk berlaga di ajang Moto2 tahun 2017.
Sebelum demam isu 2017 dimulai, Barry Leong mengatakan bahwa tahun ini mungkin akan menjadi tahun terakhir Syahrin berlaga di Moto2. Jika Syahrin sukses meningkatkan prestasi nya, Ia akan di proyeksikan untuk naik ke Motogp.
Dengan pemberian Petronas dan Pemerintah Malaysia, rasanya hal tersebut tidak mustahil. Patut ditunggu bagaimana kiprah pembalap berdarah Melayu ini di demam isu 2017.
Bagaimana menurutmu? Apakah Hafizh Syahrin layak naik kelas ke Motogp?.


